BAB I PENDAHULUAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Provinsi Kalimantan Tengah khususnya daerah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu kabupaten yang secara geografis terletak diantara 00 8’ 48’’ –  30 27’ 00’’ LS dan 1130 2’ 36’’ – 1140 44’ 00’’ BT yang meliputi luas wilayah 14.999 km2. Ibukota kabupaten ini terletak di Kuala Kapuas. Kuala Kapuas adalah kota yang indah, karena berada pada tepi sungai pada simpang tiga. Ketiga sungai tersebut adalah Sungai Kapuas Murung dengan panjang 66,38 km, Sungai Kapuas dengan panjang 600 km dan Daerah Pantai/ Pesisir Laut Jawa dengan panjang 189,85 km. Aliran sungai ini banyak melewati daerah pemukiman penduduk yang berada di pinggiran sungai salah satunya adalah Kelurahan Selat Tengah. Salah satu bentuk pulau di Kalimantan Tengah terdapat di Desa Pulau Telo. Berdasarkan hasil survey dan informasi dari masyarakat desa ini dinamakan Pulau Telo karena ada tiga pulau yang terletak di tengah Sungai Kapuas yang ada di depan desa ini, dimana Pulau Telo yang berukuran besar tersebut memiliki panjang sekitar 1613,74 m dan lebar sekitar 596,42 m, yang berukuran sedang memiliki panjang sekitar 291,24 m dan lebar sekitar 290,59 mdan pulau yang kecil memiliki panjang sekitar 230,76 m dan lebar sekitar 231,80 m. Sungai yang terdapat di Desa Pulau Telo memiliki panjang sungai + 10 km dengan lebar + 1200 m (Pemda Kab. Kapuas, 2013).

Menurut Mudjiman (1992), kelas Crustaceae terbagi menjadi dua sub kelas, yaitu subkelas Entomastraca (udang-udangan tingkat rendah) dan subkelas Malacostraca. Subkelas Malacostraca terbagi menjadi 7 ordo, yaitu Mysidaecea, ordo Cumacea, ordo Euphausiacea, ordo Amphipoda, ordo Isopoda, ordo Stomotopoda dan ordo Decapoda. Ordo Decapoda terbagi lagi menjadi 2 subordo, yaitu subordo natantia dan subordo Reptantia. Sub ordo Natantia terbagi menjadi 3 family, yaitu family Penaedae, family Palaemonidae dan family Atyidae. Family Atyidae terbagi satu genus, yaitu genus Caridina dan family Palaemonidae terbagi menjadi 2 genus, yaitu genus Macrobrachium dan genus Palaemon.

Udang adalah termasuk dalam phylum invertebrata kelas crustaceae, ordo decapoda. Habitat udang ada dua tempat yaitu pada air tawar dan air laut. Udang yang hidup di air tawar, misalnya Macrobrachium sp dan udang yang hidup di air luat, misalnya Penaeus sp (Darmono, 1995). Macam-macam udang air tawar menurut Mudjiman (1992) ada 9 spesies, yaitu udang Galah (Macrobrachium rosenbergii), udang Beras (Caridina gracilirostris), Alama (Caridina nilotica), udang Lar (Macrobrachium lar), udang Muara (Macrobrachium equidens), udang Palaemon bening ( Palaemon concinnus), udang Ragang (Macrobrachium sintangense), udang Biang (Palaemon sp), dan udang Buku (Palaemonetes sp).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s